Wisata Pantai Timang Gunung Kidul

pantai timang gunung kidul

Hai….kamu, ya kamu yang ada disana, hehehehehehe….. Kamu sedang liburan dijogja ya? Pengen maen ke pantai tapi bingung pantai mana yang mau dituju? Eeeeets……nggak usah pusing, maen saja ke gunungkidul disana kamu bisa pilih mau maen kepantai mana saja. Tapi kalau kamu suka tatangan dan suka adrenalin kamu harus coba ke pantai timang.

pantai timang gunung kidul

Pantai Timang ini merupakan salah satu pantai di Gunungkidul juga. Karena perjalanan kesana cukup sulit, jadi wisatawannya masih sedikit

Pantai timang terletak dikawasan gunung kidul. Pantai timang diapit oleh dua pantai yang sudah terkenal yaitu pantai sundak dan pantai siung. Pantai timang sama seperti dengan pantai lainnya yaitu memiliki pasir putih, pantai yang bersih dan pemandangan yang indah.

Untuk menuju ke pantai timang memang harus dengan penuh perjuangan, lokasinya yang cukup jauh dan terpencil membuat para wistawan harus bersabar dan ditambah lagi akses jalan untuk menuju ke pantai timang memang cukup sulit karena jalannya menuju ke arah pantai timang belum beraspal.

Perjalanan menuju ke pantai timang memang cukup menantang, jalannya yang masih terjal dan bebatuan membuat para wisatawan harus berhati – hati. Jarak pantai timang dari jogja kurang lebih 60 km jauhnya, sungguh perjalanan yang cukup jauh.

Namun sesampainya disana rasa lelah yang kamu rasakan tadi akan terbayarkan oleh pesona pantai timang yang sungguh luar biasa indahnya. Yaaah…pantai timang memiliki pasir putih yang indah dan sederet hijaunya tumbuhan pandan yang tumbuh dengan subur disekitar pantai, dijamin nggak nyesel deh, hehehehehehehe…….

Tak hanya pantai, ada juga Pulau Panjang atau Pulau Timang yang menjadi habitat lobster laut di seberang pantai

Keunikan dari pantai timang ini adalah pantai timang terbagi menjadi dua areal  yang berbeda. Areal yang pertama berada disebelah timur yang mempunyai pasir putih, seperti kebanyakan pantai – pantai yang ada diwonosari memiliki pasir putih. Kemudian areal yang kedua berupa bukit – bukit bebatuan yang cukup terjal dan berbatasan langsung dengan laut.

Tepatnya di pantai berbatu inilah fenomena pemandangan laut yang sangat indah dan deburan ombak yang tajam mampu membasahi wajah kita. Di pantai berbatu ini terdapat batu yang sangat besar dan berdiri kokoh ditengah – tengah ombak yang menghatamnya. Batu besar atau pulau yang ada ditengah – tengah pantai tersebut mempunyai nama batu panjang atau pulau panjang dan pulau timang.

Kamu jangan bayangin ya pulau timang ini seperti pulau – pulau lainnya yang mempunyai berupa sebidang tanah dengan pesisir pasir yang melimpah. Kalau kamu ingin tahu, sebenarnya di pulau timang ini adalah pulau yang sangat terjal dengan bongkahan batu karang yang besar – besar, dan mempunyai tebing yang sangat curam sekali.

Tak salah apabila nilai jual hasil laut terutama lobster nilai jualnya sangat tinggi karena untuk mendapatkan hasil tangkapan ikan dan lobster dengan penuh medan – medan yang terjal dan berbahaya. Masyarakat yang tinggal tak jauh dari pantai timang mata pencahariannya adalah sebagai nelayan.

Apa bahayanya??? Dan takutkah??? Untuk menuju kepantai timang ini kamu harus menggunakan semacam gantole tradisonal atau kereta gantung yang terbuat dari kayu dan bambu, cukup menantang bukan, hehehehehehe……….

Dipantai timanglah kamu merasa ditantang dan merasakan adrenalinmu. Bagaimana tidak sehari – hari masyarakat untuk bisa sampai ke pulau timang, masyarakat harus menyebrangi pulau tersebut dengan menggunakan gontole.

Gantole adalah alat tradisonal atau kereta gantung yang terbuat dari kayu dan bambu, kemudian dirangkai dengan tambang tali plastik yang sangat kuat, sehingga dapat menompang berat badan orang. Untuk cara kerja gantole sendiri dengan menggunakan tenaga manusia, yang nanti ditarik beberapa orang agar sampai ke pulau timang.

Mengapa masyarakat lebih menggunakan tali tambang dibanding menggunakan sling yang terbuat dari besi atau baja??? Alasannya cukup simple menurut mereka penggunaan tali tambang lebih kuat dalam mengahadapi air laut yang korosif.

Jangan berfikir gantole adalah alat transportasi yang disediakan oleh pemerintah, gandola disini adalah alat transportasi yang digunakan sehari – hari oleh masyarakat.

Untuk menyebrangi kepantai timang bukan pekara yang mudah karena selain membutuhkan keberanian juga dibutuhkan mental yang kuat. Karena saat kamu menyebrangi pantai tersebut tidaklah dua orang atau tiga orang saja, kamu akan menyebrangi pantai tersebut dengan keadaan sendiri dan tidak ditemani siapa – siapa, ngeeerikan naik gantole sendirian ditengah – tengah bertemu ombak besar, hehehehehe……

Mungkin bagi masyarakat sekitar naik gantole adalah hal biasa dan harus tetap berhati – hati. Jarak luncur gantole ini sekitar 98 meter ke arah barat pantai timang dengan ketinggian 9 sampai 11 meter dari permukaan laut.

Awalnya gratis untuk menyebrangi ke pulau timang karena masyarakat sekitar melihat potensi wisatanya semakin meningkat akhirnya untuk menyebrai kepulau timang dikenakan biaya. Selain membutuhkan keberanian dan mental yang kuat, untuk sekali naik gantole saja cukup merogoh kantong kamu yaitu sebesar 200 ribu.

Memang lumayan mahal ya tapi harga tersebut sudah harga yang tidak bisa ditawar lagi karena untuk menarik orang agar bisa sesampai di pulau timang membutuhkan tenaga orang banyak dan itupun tidak mudah harus ada trik – trik yang digunakan. Untuk hanya sekedar foto – foto di patok dengan harga 50 ribu. Dengan mengeluarkan uang yang cukup mahal sebanding juga apa yang kamu dapatkan yaitu kepuasan tersendiri bagi kamu.

Boleh percaya atau tidak gantole yang ada di pulau timang sudah ada sejak tahun 1997 itupun yang tadinya cuma ditopang 3 tambang sekarang sudah 9 tambang.

Berkat jasa – jasa merekalah gantole masih ada sampai sekarang dan bermanfaat bagi semua orang. Dan yang tak disangka – sangka gantole yang dibuat pada tahun 1997 justru menarik wisatawan dan akan tetapi gantole baru dibuka atau digunakan untuk wisata pada tahun 2012. Awalnya gantole tersebut digunakan masyarakat hanya untuk mencari hasil ikan tangkapan laut seperti lobster.

Yaaah.,…berkat jasa bapak – bapak inilah gantole ada dan dibuat oleh bapak siswanto, bapak warno, bapak sartono, bapak warsito, bapak supriyanto dan bapak tukijan. Mereka membutuhkan 3 minggu untuk menyelesaikan gantole tersebut. Mereka naik kapal dari pantai siung kemudian bapak warno (mantan pelaut) berenang sambil membawa tambang untuk merancang. Kapal tidak bisa bersandar dipinggir dikarenakan arus yang sangat besar. Bapak – bapak tersebut mengerjakan dengan penuh kesabaran, teliti dan pastinya. Dan akhirnya jerih payah mereka menghasilkan juga dan akhirnya gantole sudah jadi.

Untuk lobster sendiri dari tahun ke tahun harga jual lobster semakin tinggi. Dari awal dibuatnya gandole nelayan bisa memanen lobster sebanyak 35 kilo sampai 70 kilo perharinya. Tetapi semenjak tahun 2000 nelayan hanya bisa memanan lobster 10 kilo sampai 15 kilo perharinya. Untuk harga jualnya sendiri yang dulunya 15 ribu perkilo sekarang menjadi 260 sampai 450 ribu perkilo itu tergantung dari kualitas lobsternya.

Penasaran dengan pantai eksotis ini? yuk pilih paket wisata jogja pilihanmu bersama jpswisata.com