Mata Uang Negara-negara Berkembang Akan Segera Melemah

Mata Uang Negara-negara Berkembang Akan Segera Melemah

Penguatan nilai tukar mata uang negara-negara berkembang dengan kata lain emerging markets yang berlangsung sekian waktu paling akhir diperkirakan akan selekasnya selesai.

Mata Uang Negara-negara Berkembang Akan Segera Melemah

Walau sebenarnya, penguatan kurs negara-negara berkembang sepanjang kuartal I 2017 ini yaitu yang paling baik dalam tujuh th. Mengutip http://kursdollar.co.id, Rabu (19/4/2017), bank AS Wells Fargo barusan menerbitkan proyeksinya atas nilai tukar mata uang negara-negara berkembang Asia. Wells Fargo tak lihat ada prospek penguatan selanjutnya.

” Kami tak lihat ada keberlanjutan penguatan sepanjang sisa th. ini. Penambahan suku bunga referensi Federal Reserve selalu berlanjut dengan cara tetaplah, yang bakal memberatkan beberapa besar mata uang asing, termasuk juga mata uang (negara-negara Asia), ” kata Nicholas Bennenbroek, kepala kiat mata uang Wells Fargo.

Nilai tukar won Korea Selatan, rupiah Indonesia, dan juga baht Thailand bakal melemah kian lebih 2 % dalam sembilan bln. ke depan menurut proyeksi Wells Fargo.

Mengenai mata uang rupee India dan juga peso Filipina akan melemah, tetapi lebih resilien dan juga optimistis lantaran kebijakan Kurs Bank Indonesia.

Indeks Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index menguat 2, 5 % pada kuartal I 2017, paling baik mulai sejak September 2010. Indeks ini merekam gerakan 10 mata uang regional Asia termasuk juga yen Jepang.

” Sebagian aspek yang berperan pada performa nilai tukar mata uang Asia yang solid sepanjang kuartal I 2017 yaitu penguatan pasar ekuitas global dan juga periode korektif pelemahan dollar AS menyusul kenaikan suku bunga referensi pada Desember 2016 dan juga Maret 2017, ” tutur Bennenbroek.

Ia menyebutkan, beberapa besar mata uang Asia bakal melemah pada dollar AS, walau tetap harus ada yang untung dan juga buntung. Rupee condong bakal resisten, searah dengan ekonomi India yang solid dan kebijakan moneter yang pruden dan juga netral.

Mengenai perkembangan ekonomi Filipina yang kuat dan juga peluang kenaikan suku bunga referensi yaitu beberapa aspek yang mendorong penguatan mata uang peso.

Tetapi demikian, ke-2 mata uang itu bakal melemah juga pada dollar AS. Wells Fargo memperkirakan rupee bakal melemah 1, 3 % ke level 65, 50 per dollar AS.

Disamping itu, peso bakal melemah 1, 2 % ke level 50, 25 per dollar AS dalam sembilan bln. ke depan. Bennenbroek menilainya, sebagian resiko paling utama yang bakal mendorong pelemahan mata uang negara-negara Asia yaitu ketidakstabilan pasar keuangan atau juga kekecewaan pada perekonomian China.

Diluar itu, resiko yang lain yaitu negosiasi perdagangan yang menantang dan juga jalinan dengan AS.

” Aspek-faktor ini terutama bakal beresiko negatif pada won Korea Selatan dan juga yuan China. Diluar itu, ada juga resiko geopolitik berkaitan Korea Utara, yang bakal begitu beresiko pada (mata uang) Korea Selatan, ” papar Bennenbroek.