Biang Keringat Pada Anak dan Proses Terbentuknya “Biang Keringat”?

Salah satu masalah kulit yang paling sering dialami anakanak adalah biang keringat. Hampir semua anak pernah mengalaminya terutama ketika musim kemarau. Meskipun nampaknya sepele, namun biang keringat merupakan salah satu gangguan kulit pada anak yang cukup mengganggu. Anak menjadi tidak nyaman bahkan sering juga terjadi infeksi akibat garukan pada area yang terkena biang keringat. Apa saja penyebab biang keringat dan bagaimana mengatasinya dapat disimak pada artikel kali ini.

Bagaimana Proses Terbentuknya “Biang Keringat”?
Biang keringat atau keringet buntet (Jawa) di dalam dunia medis disebut “miliaria”. Masalah pada kulit yang satu ini sangat mengganggu dan bisa mengenai siapa saja. Anak-anak lebih rentan terkena biang keringat karena kulitnya yang masih sensitif. Jika dibiarkan akan menjadi jerawat dikemudian hari dan harus ditangani dengan cara mengatasi jerawat secara teratur. Area yang terkena biasanya di daerah leher, dada, bahkan terkadang meluas ke perut dan bagian-bagian tubuh yang lain. Secara sederhana, biang keringat bisa dijelaskan sebagai suatu proses penyumbatan pori kulit yang merupakan jalan keluar bagi keringat. Sumbatan yang terjadi akan menimbulkan bintik-bintik merah yang terasa gatal. Sumbatan bisa terjadi karena adanya kotoran, kuman, maupun keringat itu sendiri yang terserap kembali ke dalam pori.